VE Dan Kinal
"Sena, udah dong surfingnya bete nih !" Teriak Ve dari pinggir pantai.
"Iya, kita pulang aja yuk !" Sambung Kinal.
"Iya iya bentar" Jawabku.

Akhirnya kami bertiga pergi meninggalkan pantai. Tanpa membuang waktu aku langsung menancap gas ke rumah Kinal. Kinal yang berada di jok belakangku langsung pergi meninggalkan mobilku dan menuju rumahnya. Kami pun kembali menyusuri jalanan kota yang cukup padat hingga akhirnya kami terjebak di kemacetan.

"Sialan ! macetnya panjang lagi !!" Gerutuku.
"Eh, kamu suka kembang api ?" Tiba-tiba Ve bertanya.
"Emangnya kenapa Ve ? Ko, tiba-tiba nanya gitu ?" Jawabku bingung.
"Kamu jawab pertanyaan aku dulu"
"Hmm, aku suka ko"
"Bagus deh kalo gitu aku mau ngajak kamu ke festival kembang api besok. Kamu mau gak ?"
"Mau dong"
"Tapi ada syaratnya, nanti kita kesana berdua aja"
"Lho terus Kinal gimana ?"
"Kamu gak usah bilang ke dia ini rahasia kita berdua"
"Hmm okedeh" 
"Oke besok kamu jemput aku jam 7 ya"
"Oke"

Sebenarnya ada apa ya, Ve mengajaku jalan ? Padahal, biasanya aku yang mengajak dia. Pukul 6 sore aku sudah berdandan rapih dan mencoba berpakaian setampan mungkin. Sesungguhnya aku sudah lama mencintai Ve, tapi aku tidak bisa mengungkapkannya ini semua karena ada Kinal. Bukan karena Kinal menhalangi kami tapi karena aku tahu sejak dulu dia sudah menyukaiku. Sempat ia menyatakan cintanya padaku namun kutolak. Karena, cintaku memang hanya untuk Ve.

Sesampainya didepan rumah Ve, ternyata Ve sudah menungguku didepan rumahnya. Ve pun langsung menghampiri mobilku.

"Udah nunggu lama ya ?" Kataku membuka pembicaraan
"Enggak ko, aku baru aja nungguin kamu"
"Eh emang festivalnya dimana"
"Itu loh di pantai yang biasa kita kesana"
"Oh okedeh ayo berangkat"

Akhirnya kita sampai di pantai. Pantai sudah dipadati orang-orang yang ingin melihat festival. Memang sangat menarik memang kita berdua menikmati kembang api di tengah keramaian orang.

"Eh Ve, kamu cari tempat duduk ya aku mau beli makanan dulu"
"Tapi kan ini rame banget nanti kita kepisah lagi" Ve cemberut
"Udah tenang aja"
"Iya deh, jangan lama-lama ya"
"Oke"

Aku pun mulai mencari stand jajanan yang menarik. Akhirnya aku membeli dua gelas orange juice dan dua jagung bakar. Akupun langsung mencari-cari Ve ditengah keramaian. Tapi, baru saja beberapa menit aku mencarinya, aku langsung dapat menemukan batang hidungnya. Entah mengapa aku dan Ve ini seperti magnet yang tak akan pernah bisa dipisahkan. Aku pun langsung berjalan mendekatinya. Namun Ve belum menyadari aku ada disampingnya. Dengan usil aku langsung menempelkan orange juice itu ke pipinya.

"Aduh, dingin tau" Gerutu Ve
"Hehehe, abis kamu gak sadar aku ada di samping kamu"
"Iya maaf, abis tadi aku lagi liatin orang-orang itu. Rame banget"
"Oh gitu, Eh, ini nih makanan sama minumannya"
"Oh iya, makasih ya Sena"
"Iya Veranda"
"Eh Sen, kamu inget gak waktu pertama kali kita ketemu disini"
"Inget dong, tepat sepuluh tahun yang lalu, waktu kamu hampir kelelep kan"
"Haha iya ya waktu itu kita masih kecil banget. Coba aja waktu itu gak ada kamu pasti aku udah tenggelem"
"Hehe iya dong, untung ada Sena"
"Hahahaha"
"Eh, kamu masih inget waktu kamu dulu bilang mau jadi pacar aku gara-gara aku selametin itu"
"Ih, itu kan dulu kali" Wajah Ve langsung memerah
"Hahaha"
"Udah dong, festivalnya udah mau mulai tuh"
"Iya iya"

Duuarrr. Festival dimulai. Semua penonton terpukau dengan keindahan kembang apinya. termasuk aku dan Ve. Kulihat wajah Ve saat itu, cantik sekali. Kulihat lagi matanya masih berbinar melihat keindahan kembang api itu. Akhirnya ledakan terakhir di luncurkan. Yang ini indah sekali gambarnya hati.

"Kamu tau itu hati apa ?" Kata Ve tiba-tiba.
"Emangnya hati apa Ve" Aku langsung menatap wajahnya.
"Itu hati aku untuk kamu"
"Jadi maksud kamu ?"
"Iya, aku mau bilang aku mau jadi pacar kamu"
"Iya Ve aku juga mau jadi pacar kamu"
"Tapi inget jangan bilang apa-apa ke Kinal"
"Okedeh"

Saat itu juga Ve langsung memeluk tubuhku dengan eratnya. Sungguh keajaiban ditempat yang sama diwaktu yang sama kita bertemu dan akhirnya menjadi sepasang kekasih. Aku berharap Ve lah cinta sejati ku. Akhirnya kami pun pulang meninggalkan pantai. Kami pun langsung menuju rumah Ve. Ternyata disana sudah ada ayah Ve yang menunggu kami. Aku pun langsung turun menemui ayahnya.

"Kalian habis dari mana" Tanya ayahnya.
"Ini yah, aku abis liat festival kembang api sama Sena" Kata Ve.
"Iya om, kita abis dari sana"
"Oh, jadi kalian pacaran ?"
"Ih ayah !" kata Ve sambil menyemmbunyikan muka merahnya.
"Kalau begitu baguslah. Sena, kamu jaga Ve baik-baik ya"
"Baik om"

Akhirnya Ve masuk kedalam rumahnya. Tak lama kemudian dia kembali keluar rumahnya.

"Eh, Sena makasih ya untuk hari ini" Sambil mngecupkan bibirnya di dahiku
"Hehehe iya sama-sama Ve" Kataku sambil mencium dahinya

Kulihat Ve tersenyum padaku sambil kembali menyembunyikan wajah malunya. Akhirnya aku menyetir mobilku untuk pulang. Sampai dirumah entah kenapa aku teringat Kinal. Aku takut ia mengetahui hubunganku dengan Ve ini. Tak berapa lama handphone ku berdering. Ternyata itu Kinal.

"Halo"
"Iya halo kenapa Nal ?"  Jawabku
"Kamu gak ada apa-apa kan sama Ve"
"Maksud kamu ? Kita kan sahabat"
"Maksudku kalian gak pacaran kan ?" Kinal mulai curiga
"Eng...Enggak ada ko" Kataku mulai berbohong
"Oh, bagus deh kalo gitu"

Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan. Aku semakin lengket dengan Ve. Tapi tetap saja ada yang mengganjal. Kali ini Kinal semakin curiga. Besok adalah hari ulang tahunku. Tapi sudah tiga hari Ve tidak menghubungiku. Entah mengapa akupun tak tau.

Akhirnya hari ulang tahunku pun datang. Setelah bangun aku langsung mengecek handphoneku. Tak ada telepon, sms, ataupun bbm dari Ve. Yang ada hanya ucapan selamat dari teman-temanku dan Kinal. Aku mencoba ke depan teras untuk mencari udara segar. Ternyata teman-temanku memberikanku kejutan. Disitu sudah ada Kinal dan teman-temanku yang lain. Tapi tak kulihat sedikitpun gerak-gerik Ve. Dia tidak ada disitu. Kinal yang membawa taart untukku.

"Sena, selamat ulang tahun ya"
"Iya maksih ya Nal. Oh iya, Ve mana"
"Gatau tuh anak ngilang"
"Hmm gitu ya"
"Eh Sen, aku mau bilang sesuatu"
"Apa Nal ?"
"Aku suka sama kamu, kamu mau gak jadi pacar aku"
"Maaf ya Nal, aku hanya nganggep kamu sahabat dan aku udah suka sama orang lain"

Kinal terdiam. Tiba-tiba Ve muncul dari belakang sambil membawa taart juga untukku. Aku yang kaget bercampur senang hanya dapat tersenyum senang. Kinal semakin curiga dengan ekspresi wajahku.

"Sayang, selamat ulang tahun ya maaf tiga hari ini aku sengaja ngerjain kamu"
"Waah kamu ini yasudahlah yang penting kau sudah muncul"

Akupun langsung juga aku meniup lilin dari taart pemberian Ve. Saat itu juga perasaan Kinal hancur lebur. Ia menyadari bahwa sahabtnya sendiri telah menkhianatinya. Taart yang dibawanya langsung dijatuhkan. Tanpa pikir panjang ia langsung menancap gas motornya kencang-kencang. Pikiran Kinal yang belum jernih hanya dapat menahan emosi dan kebenciannya. Braaakkk !!!. Apa yang terjadi, Kinal menabrak Truk yang sedang berhenti. Sesaat itu juga aku melihat jasad Kinal yang sudah tak bernyawa. Ve yang ada disampingku hanya dapat menangis sambil memelukku erat. Air matakupun mulai menetes.

"Ini salahku Nal, ini semua gara-gara aku" Kata Ve sambil menangis.
"Bukan Ve, ini memang sudah takdir Tuhan"
Air mata Ve semakin deras menetes.
"Sekarang aku bakal jaga kamu baik-baik Ve. Aku gak akan birain kamu sampe kaya aku kehilangan Kinal"
"Iya Sen, aku juga gamau kehilangan kamu, Aku mau terus bersama kamu"
"Iya Ve aku juga"



--TAMAT-- 

0 komentar:

 
Top